Search
Tasawuf di Dunia Maya Transformasi Nilai Sufistik dan Etika Bermedia Sosial
Dalam era digital yang serba cepat, ruang maya menjadi medan baru bagi manusia untuk berinteraksi, berekspresi, dan mencari makna. Buku "Tasawuf di Dunia Maya: Transformasi Nilai Sufistik dan Etika Bermedia Sosial" menghadirkan refleksi mendalam tentang bagaimana ajaran-ajaran luhur tasawuf dapat dihadirkan dalam perilaku dan budaya digital masa kini.
Dengan pendekatan interdisipliner—menggabungkan kajian spiritual, etika, dan komunikasi digital—buku ini menelusuri bagaimana nilai-nilai ikhlas, zuhud, tawadhu', sabar, dan mahabbah (cinta Ilahi) dapat menjadi fondasi moral dalam bermedia sosial. Melalui perspektif sufistik, penulis mengajak pembaca untuk melihat media sosial bukan sekadar ruang hiburan, tetapi juga sebagai ladang tazkiyah an-nafs (penyucian jiwa) dan sarana membangun peradaban digital yang lebih beradab.
Buku ini juga membahas fenomena ego digital, pamer spiritualitas, kecanduan pengakuan, serta pergeseran makna ikhlas di era algoritma. Di sisi lain, penulis menawarkan kerangka etika sufistik untuk mengatasi polarisasi, ujaran kebencian, dan krisis empati yang merebak di dunia maya.
Ditulis dengan gaya reflektif namun tetap ilmiah, buku ini relevan bagi mahasiswa, akademisi, pegiat dakwah digital, dan siapa pun yang ingin memaknai kembali kehidupan spiritual di tengah derasnya arus informasi.
Psikosufistik untuk Quarter Life Crisis Gen-Z, Menemukan Keseimbangan Batin di Era Gen Z
Buku ini menghadirkan perpaduan antara psikologi modern dan sufisme klasik untuk memahami empat krisis utama yang kerap dialami generasi Z: krisis identitas, makna, relasi, dan spiritual.
Melalui pendekatan psikosufistik, pembaca diajak menelusuri perjalanan batin guna menemukan keseimbangan antara logika dan rasa, dunia digital dan kedalaman diri. Dengan menggabungkan konsep psikologi eksistensial dan nilai-nilai sufistik dari Al-Ghazali hingga Rumi, buku ini menjadi panduan reflektif untuk menyembuhkan luka batin, menumbuhkan kesadaran spiritual, serta menemukan makna hidup di tengah kekosongan modern. Sebuah bacaan untuk generasi yang gelisah yang ingin pulang pada diri sejati.
“Tugasmu bukan mencari cinta, tapi menemukan penghalang di dalam dirimu yang menutupi cinta itu sendiri”.
– Rumi
“Barang sipa mengenal dirinya, ia akan mengenal tuhan-Nya”
– Al-Ghazali
“Obatmu ada dalam dirimu, namun kau tak menyadarinya. Penyakitmupun berasal dari dirimu, namun kau tak memahaminya
– Ali bin Abi Thalib