Dinamika Relasi Agama dan Budaya dalam Perspektif Multidisipliner
The Dynamics of the Relationship Between Religion and Culture in a Multidisciplinary Perspective
Authors
Synopsis
Buku ini menghadirkan eksplorasi komprehensif tentang bagaimana agama dan budaya saling berinteraksi, bernegosiasi, dan bertransformasi dalam masyarakat Indonesia kontemporer. Dengan pendekatan multidisipliner, para penulis mengurai berbagai praktik sosial-keagamaan yang hidup di tengah masyarakat, mulai dari tradisi Jawa, ritual lokal Nusantara, hingga ekspresi budaya yang lahir dari perjumpaan panjang antara nilai spiritual dan kearifan lokal. Buku ini menegaskan bahwa hubungan dinamis antara agama dan budaya berperan penting dalam membentuk harmoni sosial, meski tidak terlepas dari tantangan eksklusivisme dan polarisasi di era digital.
Berbagai tradisi seperti slametan di masyarakat Jawa, undhu-undhu di Mojowarno, dan ritual mbeleh golekan di Kediri menggambarkan perpaduan harmonis antara nilai religius dan budaya lokal. Begitu pula dalam komunitas Suku Samin, nilai kesederhanaan dan gotong royong tetap lestari meskipun modernisasi terus berlangsung. Buku ini juga membahas tari Saman sebagai bentuk ekspresi spiritual dan budaya yang memperkuat identitas kolektif, serta menyoroti bagaimana setiap praktik tradisional menjadi ruang bagi toleransi, kolaborasi, dan pelestarian identitas.
Ritual tiwah di Kalimantan Tengah dan nyadar di Madura memperlihatkan bagaimana masyarakat lokal memadukan nilai keagamaan dan kepercayaan tradisional dalam menjaga harmoni sosial. Sementara tradisi sungkeman di Surabaya menegaskan pentingnya penghormatan antargenerasi sebagai bagian dari identitas budaya Jawa yang terus hidup di tengah modernitas. Secara keseluruhan, buku ini memperlihatkan bahwa keberagaman Indonesia dibangun melalui dialog panjang antara nilai religius dan budaya lokal—menjadikan perbedaan bukan sebagai pemisah, melainkan sebagai kekuatan yang mempersatukan.
Another Language Synopsis
This book presents a comprehensive exploration of how religion and culture interact, negotiate, and transform within contemporary Indonesian society. Through a multidisciplinary approach, the authors unpack various socio-religious practices thriving among the public—ranging from Javanese traditions and local rituals across the archipelago to cultural expressions born from the long encounter between spiritual values and local wisdom. This book asserts that the dynamic relationship between religion and culture plays a crucial role in shaping social harmony, even though it is not exempt from the challenges of exclusivism and polarization in the digital era.
Various traditions, such as slametan in Javanese society, undhu-undhu in Mojowarno, and the mbeleh golekan ritual in Kediri, illustrate a harmonious fusion of religious values and local culture. Similarly, within the Samin community, the values of simplicity and mutual cooperation (gotong royong) persist despite ongoing modernization. This book also discusses the Saman dance as a form of spiritual and cultural expression that strengthens collective identity, while highlighting how every traditional practice serves as a space for tolerance, collaboration, and the preservation of identity.
The tiwah ritual in Central Kalimantan and nyadar in Madura demonstrate how local communities integrate religious values and traditional beliefs to maintain social harmony. Meanwhile, the sungkeman tradition in Surabaya affirms the importance of intergenerational respect as part of a Javanese cultural identity that continues to thrive amidst modernity. Overall, this book shows that Indonesia's diversity is built through a long dialogue between religious values and local culture—making differences not a divider, but a unifying force.
Book Information
Downloads
Copyright Holder
References
Abdurrahman Wahid. (2001). Pribumisasi Islam. LKIS.
Adiputro, B., Carla, R. M., & Sumarni, D. W. (2024). Amamangun Karyenak Tyasing Sasama: Fungsi Slametan dalam mendukung kesehatan mental komunitas melalui perspektif pemberdayaan dan partisipasi sosial pada masyarakat Jawa. Jurnal Parikesit: Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, dan Teknologi Tepat Guna, 2(2).
Afudin, M. I. N. (2025). Internalisasi nilai-nilai keislaman dalam tradisi selamatan di bawah pohon besar di Desa Sendangduwur Lamongan. Tarikhuna: Jurnal Sejarah Peradaban Islam, 5(1).
Agil. (2007). Riwayat singkat raja-raja Sumenep.
Akhmad, I. (2021). Analisis nilai-nilai pada tari Saman. Jurnal Seni Makalangan, 8(1).
Alatas, I. F. (2021). What is religious authority? Cultivating Islamic communities in Indonesia. Princeton University Press.
Alwi Shihab. (1997). Islam inklusif: Menuju sikap terbuka dalam beragama. Mizan.
Amiruddin. (2016). Metode penelitian sosial. Dua Satria Offset.
Andranakus Technikal Bitiyono. (2022). Makna perayaan Undhu-Undhu bagi jemaat GKJW di Mojowarno [Skripsi, Sekolah Tinggi Teologi Satyabakti Malang].
Andriani, L. Y. (2021). Makna simbolik sandung dalam tradisi Tiwah pada masyarakat Dayak Ngaju di Palangka Raya. Jurnal Humaniora, 12(1), 57–59.
Andrianto, N. (2021). Identitas budaya Dayak dalam ritual Tiwah: Antara tradisi dan politik kebudayaan. Jurnal Antropologi Indonesia, 42(2), 120–121.
Anjani, T. L. (2020). Fungsi tari Manganjan dalam upacara Tiwah suku Dayak Ngaju di Kabupaten Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah. Joged: Jurnal Seni dan Budaya, 16(2), 104–108.
Asad, T. (1993). Genealogies of religion: Discipline and reasons of power in Christianity and Islam. Johns Hopkins University Press.
Asmarita, S. R., & Zakiah. (2024). Integrasi dakwah Islam tradisi slametan suku Jawa. JMDIK: Jurnal Manajemen Dakwah dan Ilmu Komunikasi, 1(1).
Azizah, R. A. L. (2025). Formasi identitas keagamaan komunitas Samin: Analisis dimensi keagamaan islam dan integrasi budaya lokal di Bojonegoro [Disertasi doktoral, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim].
Beatty, A. (2001). Variasi agama di Jawa suatu pendekatan antropologi. PT RajaGrafindo.
Bestari, F. S. (2020). Budaya dan kearifan lokal di masyarakat Samin [Disertasi doktoral, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya].
Binatari, S., & Yudhiasta, S. (2025). Pemanfaatan sumber daya alam cabai puyang untuk pengembangan pariwisata kesehatan: Studi kasus Kampung Samin Bojonegoro. Journal of Education Research, 6(4), 885–893.
Cahyono, M. T. (2024). Religiusitas masyarakat Islam dalam tradisi slametan tingkeban di Desa Banjaranyar Kecamatan Kras Kabupaten Kediri [Skripsi, IAIN Kediri].
Chairul Anam. (2021). Nilai kerukunan sosial dalam tradisi Undhu-Undhu di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno Jombang Jawa Timur [Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta].
Charles Taylor. (2007). A secular age. Harvard University Press.
Chen, E. S., & Tom R. T. Tyler. (2001). Cloaking power: Legitimizing myths and the psychology of the advantage. Dalam A. Y. Lee-Chai & J. A. Bargh (Eds.), The use and abuse of power: Multiple perspectives on the causes of corruption (hlm. 241–261). Psychology Press.
Chotimah, H. (2007). Ritual tradisi Nyadar dan pengaruhnya bagi kehidupan sosial warga Desa Pinggir Papas di Madura [Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta].
Christianto, A. E. A., Naryoso, A., & Rahardjo, T. (2024). Adaptasi nilai-nilai budaya masyarakat migran permanen dengan masyarakat lokal di Kecamatan Tampaksiring Kabupaten Gianyar. Interaksi Online, 12(3), 241–258.
Clifford Geertz. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.
Darmawan, C. F., & Tinambunan, S. D. (2024). Karakteristik tari Saman sebagai daya tarik Aceh. MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary, 2(2), 1206–1215.
De Jonge, H. (2012). Garam, kekerasan, dan aduan sapi: Esai-esai tentang orang Madura dan kebudayaan Madura. LKiS Pelangi Aksara.
Dia Vitri Sukmawati & Dita Hendriani. (2022). Upacara Mendhem Golekan dalam tradisi Suroan sebagai wujud pelestarian kearifan lokal (Studi etnografi: Desa Kandangan Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri). Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, 7(1), 9.
Diana Eck. (1993). Encountering God: A spiritual journey from Bozeman to Banaras. Beacon Press.
Durkheim, É. (1995). The elementary forms of religious life (K. E. Fields, Trans.). Free Press. (Karya asli diterbitkan 1912).
Erik L. Dunning. (1993). Encountering God: A spiritual journey from Bozeman to Banaras. Beacon Press.
F. Agustin. (t.t.). Sesambungan legendha babad Kandangan karo tradhisi mendhem golekan ing Desa Kandangan Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri (Tintingan folklor).
Fahrudi, E., & Jauharotina, A. (2022). Makna simbolik ‘Bulan Suro’ kenduri dan selamatan dalam tradisi Islam Jawa. Aswalalita: Journal of Dakwah Manajemen, 1(2).
Fales, E. (2013). Is a science of the supernatural possible. Dalam M. Pigliucci & M. Boudry (Eds.), Philosophy of pseudoscience: Reconsidering the demarcation problem (hlm. 247–262). University of Chicago Press.
FARADIBA, S. B. (2021). Budaya dan kearifan lokal masyarakat Samin masa dulu dan sekarang. Jurnal Budaya Nusantara: Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, 4(1), 210–218.
Fauzi, I. R., & Lalu, M. S. (2024). Perspektif simbolik dalam budaya ritual slametan: Studi kasus di masyarakat Islam Jawa. Maulana Atsani: Jurnal Pendidikan Multidisipliner, 1(2).
Fisabilillah Aqillah, dkk. (2023). Makna simbol-simbol dalam tradisi Mbeleh Golekan di Desa Kandangan, Kabupaten Kediri. Jurnal Ilmu-Ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan, 11(2), 84–87.
Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.
Geertz, C. (1983). Local knowledge: Further essays in interpretive anthropology. Basic Books.
Geertz, H. (1961). The Javanese family: A study of kinship and socialization. Free Press.
Giddens, A. (1991). Modernity and self-identity: Self and society in the late modern age. Stanford University Press.
Greetz, C. (2014). Agama Jawa: Abangan, santri, priyayi dalam kebudayaan Jawa (A. Mahasin & B. Rusu, Trans.). Komunitas Bambu.
Gunawan, D. P. (2020). Kaharingan dalam sistem agama Hindu. Jurnal Antropologi Indonesia, 41(1), 60.
Gunawan, D. P. (2020). Pelestarian tradisi Tiwah dalam perspektif kebijakan budaya daerah Kalimantan Tengah. Jurnal Antropologi Indonesia, 41(1), 45–47.
Hadi Purnomo. (2024, 5 Mei). Wawancara pribadi.
Handayani, B., Aida-Yarira Reyes-Escalante, Ruzanifah Kosnin, & Derweanna Bah Simpong. (2021). The presentation of Indonesia's traditional dances a study of Tari Saman (Aceh) and Tari Kecak (Bali). Revista Turismo Estudos e Práticas-RTEP/GEPLAT/UERN, (01), 1–14.
Haris Muhammad, B. M. (2024). Tradisi Mbeleh Golekan di Desa Kandangan Kecamatan.
Hazim, H., Ardilah, R., Asriningputri, J. D., & Ibrahim, G. S. (2023). Merawat kearifan lokal: Studi kasus masyarakat Samin Bojonegoro.
Hefni, M. (2019). Islam Madura. CV Literasi Nusantara Abadi.
Heniwaty, Y., Ruth Hertami Dyah Nugrahaningsih, Irwansyah Harahap, & M. Liyansyah. (2011). Gerak tari Saman dalam bentuk notasi tari. Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Banda Aceh.
Heniwaty, Y. (2018). Saman dance of the Aceh people: Identity and actualization. Journal of Community Research and Service, 2(1), 184–191.
Hermanda, A. F., & Mawar, P. S. (2023). Sesajen dalam perspektif Islam Kejawen (Studi kasus dalam masyarakat Jawa Jati Ombo). Javano Islamic, 1(1).
Hidayatullah, S. (2016). Tradisi dan modernitas (Telaah atas perubahan praktik ritual Nyadar warga Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura) [Disertasi doktoral, UIN Sunan Kalijaga].
Huda, K., & Renggani, L. A. (2021). Menarasikan bentuk nilai-nilai perempuan komunitas Samin di Kabupaten Bojonegoro. Gulawentah: Jurnal Studi Sosial, 6(1), 77–87.
Irdalisa, I., E. Hanum, Z. Zulherman, & E. Nurhayati. (2023). Development of an ethnoscience-based digital comic ‘Tari Saman’ for human movement system material. International Journal of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS), 3(3), 1379–1388.
Jamaly Za'farullah. (2024). Bulan Suro dalam perspektif Islam dan tradisi Bulan Suro di Pulau Jawa. Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, Budaya, 2(1), 7–8.
John W. Creswell. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.
José Casanova. (1994). Public religions in the modern world. University of Chicago Press.
Kadir, Y. T. (2021). Dimensi ekologis dalam tradisi ritual Dayak Kaharingan. Jurnal Etnografi Indonesia, 4(2), 77–81.
Kadir, Y. T. (2021). Pewarisan nilai budaya dalam tradisi ritual Dayak. Jurnal Etnografi Indonesia, 4(2), 82.
Koentjaraningrat. (1984). Kebudayaan Jawa. Balai Pustaka.
Kurnia Ita. (t.t.). Mengungkap nilai-nilai kearifan lokal Kediri sebagai upaya pelestarian budaya bangsa Indonesia. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1(1), 2.
Kurniaawati, N. Q. (2021). Islam Jawa dan ritual slametan dalam perspektif antropologi. Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama, 22(2).
Kurniawati, N. Q., & Farhan, A. A. (2022). Ritual slametan sebagai bentuk akulturasi budaya Jawa dan Islam dalam perspektif antropologi. An-Nas: Jurnal Humaniora, 6(1).
Lawalata, M. (2024). Misi bagi pertumbuhan gereja melalui kontekstualisasi praktik ibadah penghiburan dalam tradisi slametan di masyarakat Jawa. Luxnos: Jurnal Sekolah Tinggi Teologi Pelita Dunia, 10(1).
Lembaga Masail Diniyah Waqi'iyyah Bahts al-Masail Syuriyah Nahdlatul Ulama Jawa Timur. (2008). Keputusan Bahtsul Masail Diniyah Waqi'iyyah. PWNU Jawa Timur.
Lestari, A. D., Saragih, H. M., & Lestari, D. (2020). Komodifikasi ritual Tiwah suku Dayak Ngaju Kabupaten Kotawaringin Timur. Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 6(1), 94–98.
Lestari, A. D., Saragih, H. M., & Lestari, D. (2021). Komodifikasi ritual Tiwah dalam pariwisata Kalimantan Tengah. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 12(1), 99.
Liberman, Z., dkk. (2018). The early social significance of shared ritual actions. Cognition, 171, 42–51.
Limbing, L. P. B. (2016). Pilgrimage tourism in the tomb of Gus Dur. The 4th Tourism and Hospitality International Conference, 72–76.
Littler, J. (2017). Against meritocracy: Culture, power, and myths of mobility. Routledge.
Luthfiah Evita Munfarida & Moh Anshori. (2024). Simbolisasi kehidupan masyarakat Kediri berbasis kearifan lokal (Studi eksplorasi nilai Simpang Lima Gumul). Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 1(6).
Madjid, N. (1987). Islam, kemodernan, dan keindonesiaan. Mizan.
Magnis-Suseno, F. (1997). Etika Jawa: Sebuah analisa falsafi tentang kebijaksanaan hidup Jawa. Gramedia.
Mahfud, M. Y., Sumarno, & Handayani, S. (2015). Konflik politik Kerajaan Demak setelah wafatnya Sultan Trenggono tahun 1546-1549. Jurnal Artikel Ilmiah Mahasiswa, 1(1).
Mastuti, D. W. R. (2018). Nilai filosofis tradisi sungkeman. Jurnal Filsafat dan Budaya Jawa, 7(2), 12–18.
McGraw, J. J., & Kratky, J. (2017). Ritual ecology. Journal of Material Culture, 1–32.
Muasmara, R., & Ajmain, N. (2020). Akulturasi Islam dan budaya nusantara. Tanjak: Journal of Education and Teaching, 1(2), 111–125.
Mukarromah, K. (2022). Ritual Nyadhar, ecology and gender. MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial, 5(1), 165–180.
Mulder, N. (1998). Mistisisme Jawa: Ideologi di Indonesia. Kanisius.
Muniri, A. (2020). Tradisi slametan: Yasinan manifestasi nilai sosial-keagamaan di Trenggalek. JPIPS: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 6(2).
Mutmainnah, F., & Purnomo, P. (2022). Analisis nilai-nilai kearifan lokal dalam menumbuhkan sikap toleransi terhadap perbedaan keyakinan se-Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri. Jurnal Koulutus, 5(1), 117–134.
Nadiar Fira Sekarsari. (2024). Nilai spiritualisme Islam dalam upacara Mendhem Golekan tradisi Suroan di Desa Kandangan Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri [Skripsi, UINSA].
Narasi. (2025, 18 Juli). Nyadhâr, tradisi akulturasi demokrasi dan kerangka pikir adat budaya Madura | Narasi Academy [Video]. YouTube. https://youtu.be/VPKbCKaC11Q?si=KCQJxRqnyaCy7kqc
Ni Luh, Sustiawati. (2011). Kontribusi seni tari nusantara dalam membangun pendidikan multikultur. MUDRA Jurnal Seni Budaya, 26(02), 126–134.
Niehof, A. (1987). Madurese women as brides and wives. Dalam Indonesian women in focus. Foris Publication Holland.
Nisa, K. (2021). Asimilasi sosial budaya pada komunitas keturunan Arab di Kelurahan Empang Bogor [Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta].
Nisa, S. Z., & Syihabuddin, M. A. (2025). Transformasi pendidikan Islam pada masyarakat Samin di Blora Jawa Tengah: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(4), 1183–1189.
Norman K. Denzin & Yvonna S. Lincoln. (2018). The SAGE handbook of qualitative research (5th ed.). Sage.
Nurdin, A., Fitria, U., & Dinen, K. A. (2024). Dinamika sosial masyarakat adat dalam menghadapi modernisasi. Public Health Journal, 1(2).
Nurmawati Ucik, Ahmad Sauqi, & Ahya. (2020). Kajian antropolinguistik tradisi bersih desa di Desa Kandangan Kabupaten Kediri. Sastranesia: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(4), 38.
Paramita Diana. (2023). Eksistensi tradisi "Mbeleh Golekan" di Desa Kandangan Kediri, 372–373.
Paul F. Knitter. (2002). Introducing theologies of religions. Orbis Books.
Peter L. Berger. (1999). The desecularization of the world: Resurgent religion and world politics. Eerdmans.
Poerwadarminta, W. J. S. (1982). Kamus umum bahasa Indonesia. Balai Pustaka.
Puddin Ali Al Ubaidillah & Bagus Wahyu Setyawan. (2021). Pengaruh budaya dan tradisi Jawa terhadap kehidupan sehari-hari pada masyarakat di Kota Samarinda. Jurnal Adat dan Budaya, 3(2), 2.
Qusyairi, A. (2025). Modal sosial dalam tradisi Nyadar pada masyarakat Desa Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep [Disertasi doktoral, UIN Sunan Kalijaga].
Rasyidi, F. C., Sukamto, S., & Adi, K. R. (2020). Tradisi Nyadar sebagai bentuk rasa syukur warga Desa Pinggirpapas Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep. Seminar Nasional Pendidikan IPS, 1(1).
Redfield, R. (1956). Peasant society and culture. University of Chicago Press.
Riwut, M. (2007). Maneser Panatau Tatu Hiang: Menyelami kekayaan leluhur Dayak. Pusakalima.
Rohmawati, A., & H. Ismail. (2017). Ziarah makam Walisongo dalam peningkatan spiritualitas manusia modern. Sumbula: Jurnal Studi Keagamaan, Sosial, Budaya, 2(2), 612–627.
Roibin. (2013). Dialektika agama dan budaya dalam tradisi selamatan pernikahan adat Jawa di Ngajum, Malang. el Harakah: Jurnal Budaya Islam, 15(1).
Roziqy, Faizal. (2015). Sinkretisme dalam budaya Nyader di Kabupaten Sumenep (Studi kasus di Desa Pinggir Papas Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep) [Skripsi, Universitas Jember].
Samuel P. Huntington. (1996). The clash of civilizations and the remaking of world order. Simon & Schuster.
Saputra, A. W., & Sihombing, L. H. (2022). Tiwah ceremony as Hindu Kaharingan practices in contemporary Dayak Ngaju society of Kapuas Regency. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 6(2), 172–176.
Setiawan, F. (2019). Kesejahteraan petani garam di Kabupaten Sumenep Madura (Analisis dengan pendekatan Maqasid Al-Shari'ah). Iqtishoduna, 8(2), 319–340.
Sholihah, I. S. (2018). Internalisasi nilai-nilai Islam pada tradisi Jawa slametan dan ruwatan di Desa Kalibarumanis Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi [Skripsi, IAIN Jember].
Simuh. (1999). Islam dan pergumulan budaya Jawa. Bentang Budaya.
Siregar, A., Yanti, D. D., Sipayung, D. V., Adani, M. I., Rianti, N. P., & Purnamasari, I. (2024). Pengaruh globalisasi terhadap identitas budaya lokal. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 1(8), 4142–4151.
Soedarsono. (2002). Seni pertunjukan Indonesia di era globalisasi. Gadjah Mada University Press.
Suharyo, S., Rokhman, F., & Yuniawan, T. (t.t.). Ajaran Samin: Dari makna simbolik menuju hakikat. Humanika, 31(1), 105–115.
Sulastri. (2024, 7 Mei). Wawancara pribadi.
Sunyoto, A. (2012). Atlas Wali Songo. LKiS.
Suwandi, S. T., & Dewi, Y. S. (2025). Nilai-nilai Islam pada tradisi selametan masyarakat di Desa Sempu. Social Science Academic, 1(1).
Tim Pencatat Sejarah GKJW Mojowarno. (2018). Sejarah Riyaya Undhuh-Undhuh Jemaat Mojowarno.
Turner, V. (1969). The ritual process: Structure and anti-structure. Aldine.
Van Gennep, A. (1960). The rites of passage (M. B. Vizedom & G. L. Caffee, Trans.). University of Chicago Press. (Karya asli diterbitkan 1909).
Wafirah, A., N. L. Musyafa'ah, & H. Syafaq. (2024). Ceremony of ‘Nyadar’ on the Pinggir Papas Sumenep Regency from the ‘Urf perspective. Proceedings of the International Conference on Islamic Civilization and Humanities, 2, 513–530.
Wahyuni, R. (2019). Agama lokal dan tantangan modernitas: Studi atas Kaharingan di Kalimantan Tengah. Al-Albab: Borneo Journal of Religious Studies, 8(1), 91–96.
Wardhani, E. (2021). Ekoteologi dalam tradisi lokal: Studi kasus upacara Tiwah Dayak Ngaju. Jurnal Teologi dan Kebudayaan, 5(2), 143–144.
Warisno, A. (2017). Tradisi Tahlilan upaya menyambung silaturahmi. Ri'ayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan, 2(2).
Wiranoto. (2018). Cok Bakal Sesaji Jawa. Jakad Publishing.
Yance Z. Rumahuru. (2018). Ritual sebagai media konstruksi identitas: Suatu perspektif teoretisi. Jurnal Pemikiran Islam dan Ilmu Sosial, 11(01).
Yulianti. (2019). Internalisasi nilai-nilai budaya dalam ritual Tiwah masyarakat Dayak Ngaju. Jurnal Sosial Humaniora, 11(2), 133–135.
Yusanto. (2020). Makna ritual Tiwah dalam kehidupan masyarakat Dayak Ngaju. Jurnal Antropologi Indonesia, 41(2), 156.
Zubaidi, Ahmad. (2016). Islam dan budaya lokal: Upacara Nyadar bagi masyarakat Islam di Desa Pinggir Papas Kabupaten Sumenep [Skripsi, UIN Sunan Ampel].
Zuhriyah, N. K., Sugandha, L., & Hadidarma, W. (2024). Strategi adaptasi masyarakat terhadap perubahan sosial. Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika, 2(1), 35–42.
Zulfa, N. A., & Fira, N. C. (2025). Kajian simbolik tari Saman sebagai warisan budaya Aceh dalam menggerakkan identitas dan menyerukan spiritualitas. Tambuleng, 6(1), 34–44.