Search
Pembiasaan Melalui Shalat Berjamaah pada Anak Usia Dini
Buku Pembiasaan Melalui Sholat Berjamaah pada Anak Usia Dini mengkaji pentingnya sholat berjamaah sebagai sarana pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai keislaman sejak usia dini. Anak usia dini berada pada fase emas perkembangan, sehingga pembiasaan ibadah yang dilakukan secara konsisten dan menyenangkan menjadi fondasi utama dalam membangun sikap religius, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kebersamaan.
Melalui pendekatan edukatif dan psikologis, buku ini menguraikan konsep pembiasaan (habituation) dalam perspektif pendidikan Islam dan teori perkembangan anak usia dini. Sholat berjamaah diposisikan tidak hanya sebagai praktik ritual, tetapi juga sebagai media pembelajaran sosial-emosional, moral, dan spiritual. Anak belajar meniru, mengikuti aturan, menghargai waktu, serta merasakan kebersamaan dalam suasana ibadah yang penuh keteladanan.
Buku ini juga menyajikan strategi praktis implementasi sholat berjamaah di lingkungan keluarga, lembaga PAUD, dan masyarakat. Disertai contoh kegiatan, peran pendidik dan orang tua, serta tantangan yang sering dihadapi dalam proses pembiasaan, buku ini diharapkan menjadi rujukan bagi guru PAUD, orang tua, mahasiswa pendidikan, dan pemerhati pendidikan Islam dalam menanamkan nilai ibadah secara humanis, kontekstual, dan berkelanjutan sejak dini.
Membasuh Luka, Merajut Asa Solusi Untuk Perlindungan Perempuan dan Anak
Buku ini menyingkap realitas kekerasan, ketidakadilan, dan pengabaian yang kerap tersembunyi di balik dinding rumah serta budaya patriarki. Lebih dari sekadar memotret trauma, karya ini menawarkan jalan keluar nyata—mulai dari pendekatan empati hingga langkah-langkah kebijakan strategis.
Dengan mengombinasikan data penelitian, kisah nyata, dan refleksi kemanusiaan, buku ini menegaskan bahwa kekerasan gender dan pelanggaran hak anak masih menjadi tantangan sistemik. Penulis memaparkan solusi konkret melalui pendidikan, penegakan hukum, dukungan sosial, dan pemberdayaan komunitas sebagai kunci pemulihan.
Setiap bab di dalamnya menjadi pengingat bahwa perlindungan perempuan dan anak adalah tanggung jawab moral kolektif, bukan sekadar beban negara. Buku ini mengajak kita untuk menyadari bahwa di balik setiap luka, selalu ada harapan yang bisa dibangun bersama.
Ditulis dengan nada yang tegas namun penuh empati, buku ini wajib dibaca oleh para aktivis, akademisi, pembuat kebijakan, maupun masyarakat umum yang berkomitmen menciptakan dunia yang lebih aman dan adil bagi perempuan serta anak.
Melangkah bersama kecil-kecil hebat catatan perjalanan di sekolah inklusi
menghadirkan kisah nyata dan refleksi mendalam tentang perjalanan pendidikan di lingkungan sekolah inklusi—sebuah ruang belajar di mana setiap anak, dengan segala keunikan dan kebutuhannya, berhak tumbuh dan berkembang bersama.
Melalui rangkaian cerita yang hangat dan inspiratif, buku ini menggambarkan pengalaman guru, siswa, dan orang tua dalam menghadapi berbagai tantangan dan harapan di sekolah inklusi. Dari perjuangan memahami kebutuhan anak berkebutuhan khusus, proses membangun empati di antara teman sebaya, hingga momen-momen kecil yang penuh makna ketika seorang anak berhasil melampaui batas yang sebelumnya dianggap mustahil.
Setiap kisah menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan sekadar tentang capaian akademik, tetapi tentang menghargai perbedaan, menumbuhkan keberanian, serta berjalan bersama dalam proses belajar yang manusiawi.
Buku ini tidak hanya menjadi catatan perjalanan seorang pendidik, tetapi juga ajakan bagi pembaca untuk melihat bahwa di balik langkah-langkah kecil anak-anak hebat, tersimpan kekuatan besar yang mampu mengubah cara kita memandang pendidikan, keberagaman, dan masa depan.
Pendekatan Konseling Islam pencegahan dan penganganan konseling islam
Buku ini membahas fenomena bullying sebagai salah satu persoalan serius dalam dunia pendidikan modern. Perilaku perundungan dipahami bukan hanya sebagai tindakan agresif yang dilakukan secara fisik, verbal, sosial, maupun melalui media digital, tetapi juga sebagai bentuk penyimpangan moral yang berdampak pada kondisi emosional, sosial, dan spiritual peserta didik. Berangkat dari berbagai temuan empiris dan kajian teoretis, buku ini menguraikan secara mendalam faktor penyebab, bentuk-bentuk, serta konsekuensi jangka panjang dari bullying dalam konteks perkembangan remaja.
Pembahasan dalam buku ini diperkuat dengan landasan psikologis, seperti teori pembelajaran sosial, operant conditioning, dan identitas sosial, yang membantu menjelaskan bagaimana perilaku bullying terbentuk dan bertahan dalam lingkungan sekolah. Analisis tersebut kemudian diperkaya dengan perspektif konseling Islam yang menekankan nilai-nilai akhlak, penghargaan terhadap martabat manusia, dan pentingnya penyucian jiwa sebagai upaya membangun karakter peserta didik.
Buku ini juga menawarkan pendekatan konseling Islam sebagai strategi penanganan yang tidak hanya berfokus pada pemulihan psikologis korban, tetapi juga membimbing pelaku agar mampu memperbaiki perilakunya melalui penguatan spiritual. Metode yang digunakan meliputi asesmen kasus, konseling individu dan kelompok, muhasabah, dakwah fardiyah, bimbingan rohani, serta terapi shalat sebagai sarana menenangkan hati dan membangun ketahanan diri. Seluruh pendekatan ini dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, selaras, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Selain strategi penanganan, buku ini turut menekankan pentingnya peran guru BK, orang tua, teman sebaya, serta budaya sekolah dalam upaya pencegahan bullying. Rekomendasi implementatif disajikan pada bagian akhir sebagai panduan bagi lembaga pendidikan untuk membangun ekosistem sekolah yang lebih humanis, inklusif, dan menghormati martabat setiap peserta didik. Secara keseluruhan, buku ini hadir sebagai rujukan bagi pendidik, konselor, mahasiswa, orang tua, serta pihak yang berkecimpung dalam dunia pendidikan yang membutuhkan pendekatan komprehensif dan aplikatif dalam pencegahan serta penanganan bullying melalui nilai-nilai konseling Islam.
Psikosufistik untuk Quarter Life Crisis Gen-Z, Menemukan Keseimbangan Batin di Era Gen Z
Buku ini menghadirkan perpaduan antara psikologi modern dan sufisme klasik untuk memahami empat krisis utama yang kerap dialami generasi Z: krisis identitas, makna, relasi, dan spiritual.
Melalui pendekatan psikosufistik, pembaca diajak menelusuri perjalanan batin guna menemukan keseimbangan antara logika dan rasa, dunia digital dan kedalaman diri. Dengan menggabungkan konsep psikologi eksistensial dan nilai-nilai sufistik dari Al-Ghazali hingga Rumi, buku ini menjadi panduan reflektif untuk menyembuhkan luka batin, menumbuhkan kesadaran spiritual, serta menemukan makna hidup di tengah kekosongan modern. Sebuah bacaan untuk generasi yang gelisah yang ingin pulang pada diri sejati.
“Tugasmu bukan mencari cinta, tapi menemukan penghalang di dalam dirimu yang menutupi cinta itu sendiri”.
– Rumi
“Barang sipa mengenal dirinya, ia akan mengenal tuhan-Nya”
– Al-Ghazali
“Obatmu ada dalam dirimu, namun kau tak menyadarinya. Penyakitmupun berasal dari dirimu, namun kau tak memahaminya
– Ali bin Abi Thalib